Perikop ini menceritakan bagaimana Yesus mengutus murid-muridNya. Hal itu terjadi karena Ia melihat perhatian besar yang dijumpaiNYa di segala tempat di Galilea. Ia sendiri terharu melihat tuaian yang sekian banyaknya itu, tetapi prihatin pula karena sedikit saja orang yang menuai. Lalu dipanggi-Nyalah kedua belas murid-muridNya. Na-mun, seperti halnya seorang prajurit yang masuk ke medan pe-rang, demikian juga seorang pelayan Injil Kerajaan Allah, yang juga memerlukan per-siapan bukan hanya pengetahuan tentang medan dan strategi pelayanan, tetapi juga persiapan secara fisik, mental dan spiritual. Untuk itu, ketika Yesus mengutus kedua belas murid-Nya, Yesus memberikan pembekalan agar murid-murid-Nya siap menanggung semua risiko pelayanan yang mungkin dihadapi. Beberapa persiapan penting yang perlu dimiliki seorang pelayan, termuat dalam perikop bacaan kali ini.
Pertama, (Ay. 1, 2 ,6) Perlunya tenaga dan kuasa dari Allah. Dalam pelayanan Yesus mem-beritakan Injil sebelumnya Yesus melakukan banyak mukjizat. Banyak orang diselamatkan melalui pembebasan dari kuasa setan, kesem-buhan dari penyakit dan peristiwa-peristiwa yang membutuhkan kuasa Allah. Untuk tujuan itulah maka Yesus memberikan kuasa-Nya kepada murid-murid-Nya. Kedua, memprioritas-kan pemberitaan Injil di atas pemenuhan kebutuhan pribadi (Ay. 3-6). Yesus melarang murid-murid-Nya membebani diri dengan kebutuhan sandang, pangan dan tempat tinggal yang seolah-olah menjadi prioritas utama dalam melayani. Seorang pelayan harus terfokus pada tujuan pengutusan yaitu memberitakan Injil kerajaan Allah ke segala tempat. Dan yang ketiga, Memperlihatkan bahwa penganiayaan dan penyiksaan men-jadi resiko sebagai pengikut Kristus (ayat 7-9). Seperti halnya Herodes pernah membunuh Yohanes Pembaptis karena dendam atas teguran Yohanes padanya. Pasti keinginan Hero-des untuk bertemu Yesus didasari oleh motivasi yang tidak baik. Jadi sesungguh-nya betapa pentingnya kita semua sebagai prajurit-prajurit Kristus mau mempersiapkan diri kita masing-masing sebelum memasuki medan pelayanan yang sesungguhnya dan sadarilah bahwa tanpa kuasa dari Allah, jika kita tidak fokus pada tugas utama untuk memberitakan Injil dan kita tidak siap menanggung resiko penganiayaan dan penyiksaan menjadi peng-ikut Kristus maka pelayanan kita dalam memberitakan Injil Kerajaan Allah hanya akan menghasilkan pelayanan yang sia-sia saja. Itu sebabnya persiapkanlah dirimu, sedini dan sebaik mungkin supaya segala bentuk pelayanan yang kita kerjakan, betul-betul menyenangkan hati Allah dan nama Tuhan dipermuliakan. Selamat Melayani, Imanuel.