Perikop kali ini, memperlihatkan kepada kita bagaimana Yesus memberi perhatian khusus kepada orang yang memiliki iman yang tangguh dalam dua kisah. Pertama, kisah Yairus (ayat 40-42; 49-56). Sepulangnya Yesus dari Gerasa, Yairus kepala rumah ibadat menghampiri-Nya dan memohon agar Yesus datang ke rumahnya untuk menyembuhkan anak perempuannya yang sakit hampir mati. Dalam perjalanan ke rumah Yairus, Yesus harus menerobos orang banyak yang berdesakan di sekitar-Nya. Akan tetapi, perjalanan itu diinterupsi oleh seorang perem-puan yang ingin disembuhkan Yesus. Lalu, berita datang dari rumah Yairus bahwa anak perempuannya sudah mati. Kelihatannya tidak ada harapan anaknya akan sembuh. Namun perkataan Yesus memberi kekuatan pada iman Yairus (ayat 50). Kedua, kisah perempuan yang menderita sakit pendarahan selama dua belas tahun (ay. 43-48). Di tengah situasi berde-sakan di sekitar Yesus, serta ketergesaan-Nya menuju rumah Yairus, perempuan ini menyelinap untuk menjamah jubah Yesus. Imannya tak percuma, sebab hanya dengan menjamah jubah-Nya saja perempuan itu sembuh. Perempuan itu sembuh bukan karena jubah Yesus, tetapi karena kuasa Yesus dinyatakan kepadanya. Itu sebab Yesus berhenti dan berkata : “Siapa yang menjamah Aku? Dan Ia juga berkata bahwa ada kuasa yang keluar dari diriNya. Disinilah Yesus ingin mengajarakan kepada banyak orang terkhusus perempuan pendarahan itu bahwa sesugguhnya yang menyembuhkan bukanlah jubah-Nya Yesus tetapi kuasaNya-lah yang menyembuhkan perempuan pendarahan itu. Dan akhirnya perempuan itu beriman kepada Yesus, sehinga sakit pendarahan-nya pun sembuh.
SIKAP YANG IRONIS
Banyak gereja-gereja dan orang-orang percaya sekarang yang masih percaya kepada hal-hal mistis. Hal ini sesungguhnya dipengaruhi oleh ajaran sinkretisme yang sudah menyusup ke ajaran kris-ten yang tanpa disadari oleh orang-orang Kristen sendiri. Ini disebabkan karena kekurangan pengetahuan mereka akan kebenaran Firman Tuhan dan hal ini bisa menyusup karena kehidupan lama mereka sebelum diselamatkan penuh dengan hal-hal mistis sehingga pada waktu mereka sudah menjadi Kristen mereka mencampuradukkan kekrsitenan dengan gaya hidup di kehidupan lamanya yang penuh dengan hal-hal mistis. Tapi ironinya banyak orang percaya bangga dengan kesaksian-kesaksian atau fenomena-fenomena yang terjadi, karena tipis dan hampir tidak kelihatan karena dibungkus dengan bahasa iman. Padahal itu bukanlah iman yang sejati yang berasal dari ajaran kekristenan yang sejati.
APLIKASI
Itu sebab sebagai orang percaya kita harus terus bertumbuh di dalam iman dan pengetahuan akan kebenaran Firman Tuhan. Supaya betul-betul kita tidak terjebak dalam mengambil langkah yang salah yang disebakan karena terpengaruh oleh pengaja-ran yang salah. Memang Tuhan menghargai tiap-tiap tingkat level iman orang percaya (1 Kor 12:11) ketika pertama kali bertobat tetapi dilain pihak Tuhan pun merindukan supaya kita sebagi orang-orang percaya berusaha sungguh menumbuh-kembangkan iman percaya kita hingga kita betul-betul memiliki kesejatian iman kita (2 Ptr 1:5-7). Jangan bangga dengan kesaksian dan doa-doa yang sudah dijawab tetapi teruslah belajar dan mengevaluasi diri untuk terus mencari tahu apa yang Tuhan kehendaki diseluruh kehidupanmu melalui kebenaran Firman Tuhan, supaya apapun yang kita lakukan selalu menyenangkan hati Tuhan. Imanuel, Amin.