Pdt. Bigman Sirait
I Pet 4: 1-3 membawa kita mengarah bagaimana Kristus mengalami pergumulan penderitaan badani, sehingga dengan demikian kita juga harus mempersenjatai diri dengan pikiran: berani menderita. Jadi, antara pikiran dan sebuah tindakan atau sebuah keberanian, itu sangat penting kita sadari bersama-sama.
Bagaimana Kristus berpikir, seperti itulah kita mestinya berpikir. Ukuran-ukuran pikiran kita itu harus diukur dari pikiran Kristus. Apakah kita berpikir benar atau tidak, itu harus kembali kepada Kristus. Kristus menjadi tolok ukur dari seluruh pemikiran kita. Ini penting sekali kita pahami, sehingga kita tidak bisa berpikir mandiri tanpa membandingkan pemikiran itu dengan pemikiran Kristus. Karena Kristus Tuhan yang datang ke dunia sebagai manusia, menjadi satu ukuran dari seluruh manusia untuk berpikir seperti Dia berpikir.