Pdt. Bigman Sirait
REFORMATA - DAN supaya aku jangan meninggikan diri karena pernyataan-pernyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri dalam dagingku, … …(2 Kor 12: 7-10). Apa yang dikatakan Paulus dalam ayat-ayat di atas, berlawanan dengan semangat jaman ini, di mana manusia menginginkan hanya kenikmatan. Yang dimaksud Paulus tentang “duri” adalah menyangkut kesakitan, kesukaran, penderitaan, dan itu digambarkannya di ayat 10. Bisa jadi ini berbentuk penyakit, atau hal-hal yang terus datang di dalam dirinya secara rutin, dan sangat menyedihkan. Sementara anak rohaninya sendiri, Timotius, pun mengalami hal yang sama. Timotius mengalami gangguan pencernaan (maag), dan Paulus berkata supaya Timotius jangan hanya meminum air tetapi menambahkan sedikit sari anggur. Apa yang dibicarakan Paulus, sangat luar biasa, yakni kesadaran menerima apa yang Tuhan kerjakan, kesadaran menerima pembentukan oleh Tuhan. Ini hebat sekali. Paulus mempunyai karunia-karunia luar biasa, penglihatan-penglihatan yang sangat hebat, yang melengkapi dia dalam pelayanannya. Tetapi Paulus bukan tipe orang yang bisa membuat mukjizat. Tapi ia juga sangat luar biasa dalam pengajaran dengan logika yang kuat. Dia